Selain untuk memberikan pemerataan pengalaman bertanding pada pemain muda lainnya, Riedl juga bermaksud mengistirahatkan sejumlah pemain kunci untuk menghadapi pertandingan di semi-final. Sebuah langkah pintar untuk “menghemat amunisi” dan mencoba “arteleri” lainnya.“Akan ada beberapa perubahan pemain yang diturunkan, bisa kemungkinan dua, tiga atau empat pemain untuk semua sektor (depan, tengah dan belakang),” ujar Pelatih Alfred Riedl usai memimpin latihan di Lapangan C Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Minggu (5/12/2010).
Pun begitu, berkaca pada bosannya publik atas kekalahan yang terus diderita di ajang sepak bola, laga besok bukan menjadi laga kacangan. Timnas Indonesia berjanji akan memberikan yang terbaik bagi publik. Jika itu menjadi motivasi, tentunya Tim Garuda enggan dipermalukan -lagi- oleh Thailand di Stadion Gelora Bung Karno.
Asisten pelatih tim nasional Indonesia, Wolfgang Pikal memastikan hal itu. Timnas Indonesia layaknya dua laga awal, akan bermain maksimal dan menggedor jala lawan sebanyak mungkin.
“Kita di sini bukan untuk liburan dan harus memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Kalau begitu, pertandingan lawan Thailand menjanjikan pertarungan sengit. Di kubu Thailand, kekalahan sama saja dengan kematian dan langsung tersingkir dari turnamen yang tadinya bertajuk Piala Tiger itu.

Pelatih Thailand, Bryan Robson, tentu tak ingin menuai kegagalan. Sepertinya ia mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, termasuk saat menerima kabar bahwa Timnas Indonesia akan merotasi pemain. Baginya, rotasi pemain justru merupakan kerugian.
“Kami sama sekali tidak diuntungkan dengan adanya rotasi pemain di Indonesia. Justru itu membuat kami harus bekerja lebih keras, karena pemain cadangan biasanya mempunyai motivasi tinggi untuk memperlihatkan kemampuannya,” kata Robson.
Ditambahkan, anak asuhnya sudah siap menghadapi tekanan publik yang diperkirakan bakal memadati Stadion Utama. Robson pun menganggap Stadion Utama sebagai tempat keberuntungan bagi tim Gajah Putih.
“Thailand dihuni pemain yang sangat berpengalaman. Mereka sudah terbiasa tampil di stadion besar yang dipenuhi penonton. Bisa dibilang ini sebagai stadion keberuntungan bagi Thailand,” kata Robson.
Robson benar, Timnas Thailand memang dihuni oleh pemain-pemain senior. Spertinya mereka tahu untuk lebih dulu berusaha menggedor jala Indonesia. Itu hanya bisa terjadi bila pemain Thailand mampu mengendalikan alur permainan. Risiko kecolongan satu atau lima gol sekalipun tak berpengaruh buat Thailand. Hasilnya bakal sama. Untuk itu pola menyerang sepertinya menjadi pilihan yang dipilih Robson, alih-alih terus-terusan menunggu dan berjudi untuk terus diserang.
Skor pertandingan bisa jadi amat ketat. Pun, bila Indonesia mampu unggul lebih dulu, pertahanan Thailand bakal melonggar ,sebuah kesempatan bagi Tim Garuda untuk memperbanyak gol. Namun, apapun bisa terjadi di lapangan. Yang pasti, pertarungan keras akan tersaji di tiap lini. Motivasi Indonesia yang tak mau malu dan Thailand yang tak ingin tersingkir menjadi alasan mengapa pertandingan ini menjadi sangat menarik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar